Tuesday, May 9, 2017

Harga Tarif Paket Internet Indonesia Tergolong Murah

Tarif Internet Indonesia 2017

Walaupun kebanyakan dari user internet di Indonesia masih banyak yang menganggap tarif internet di Indonesia mahal namun ternyata Victoria Venny, analis saham dari MNC Securites menilai harga internet di Indonesia lebih murah dibandingkan negara-negara lain di dunia. Di negara-negara emerging markets dan negara berkembang bahkan mematok tarif yang tinggi.

Perusahaan telekomunukasi di India menjual paket internetnya antara Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. ATT dan T-Mobile, rata-rata paket yang mereka jual antara Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta. Sedangkan untuk Singtel, rata-rata paket yang mereka keluarkan seharga Rp 300 ribu hingga Rp 600 ribu. Sedangkan di Indonesia tarif internet yang dijual oleh operator dalam bentuk paket data dibandrol antara Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu.

Menurut Venny, para operator di luar negeri mematok harga paket internet yang mahal dikarenakan kualitasnya dan keterjangkauannya jauh lebih baik ketimbang operator yang ada di Indonesia. Dengan harga tersebut mereka bisa menjaga kualitas dan keterjangkauan. Seharusnya BRTI dapat mengatur tarif internet agar keterjangkauan dan kualitas layanan operator telekomunikasi dapat selalu terjaga, ucap Venny dalam keterangannya, Senin 8 Mei 2017.

Setali tiga uang. Raymond Kosasih, CFA analis dari PT Deutsche Verdhana Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa harga paket intenet di Indonesia terbilang murah. Harga paket data di Indonesia berada di harga Rp 14 hingga Rp 23 untuk setiap Mb ( mega byte ). Padahal di tahun 2011 harga data di Indonesia pernah mencapai Rp 350 per Mb.

Kami percaya bahwa kenaikan harga data sangat penting untuk meningkatkan profitabilitas industri yang sehat, ucap Raymond. Kenaikkan bisa dimulai dari Rp 1 untuk setiap Mb. Kenaikkan tersebut cukup realistis karena adanya peningkatan daya beli masyarakat.
Selain untuk menjaga keterjangkauan dan kualitas, pengaturan harga oleh regulator dinilai Venny diperlukan agar operator telekomunikasi tidak melakukan perang harga ;. Jika banting-bantingan harga paket data ini terus dilakukan, maka bisa dipastikan kinerja keuangan emiten telekomunikasi akan tergangu.

Venny menilai jika perang harga data terus dilakukan oleh operator, pendapatannya tidak akan meng cover beban usahannya. Sehingga ujung-ujungnya nanti yang akan dikorbankan adalah kualitas dan pelayanan kepada pelanggan juga, ucapnya.

No comments:

Post a Comment